Archive for February, 2008
Gawat, Virus Panen Nomor Ponsel

ilustrasi (diolah/ist.)
Jakarta – Kembali ponsel yang berjalan di sistem operasi Symbian menjadi sasaran pembuat virus. Sebuah virus baru terdeteksi secara aktif menyebar di perangkat bergerak berbasiskan Symbian S60.
FortiGuard Global Security Research, seperti dikutip detikINET dari Cellular news, Rabu (23/1/2008), mengatakan virus tersebut dikenal sebagai “SymbOS/Beselo.A!worm”.
Sekali virus terinstal, maka virus akan memanen nomor telepon yang ada dalam ponsel dan mengirimkan MMS yang mengandung file Symbian Installation Source (SIS). File tersebut diketahui menyamar sebagai file multimedia dengan nama-nama yang mengundang sang penerima untuk membukanya seperti “Beauty.jpg”, “Sex.mp3″ atau “Love.rm”. Dengan begitu pengguna ponsel akan dengan mudah tertipu dan tanpa sadar menginstal virus tersebut.
Tanda-tanda bahwa pengguna sudah terinfeksi virus ini adalah di outbox MMS akan terdapat ’sent messages’ yang tidak dikenal. ( dwn / dwn )
Add comment February 6, 2008
Aman dan Nyaman Berbelanja Online

ilustrasi (maineweb)
Jakarta – Dengan akses internet, semua orang kini dapat berbelanja online atau dikenal dengan istilah e-commerce. Ribuan toko online dengan berbagai macam barang siap memanjakan Anda.
Namun demikian, tentu saja terdapat bermacam risiko saat melakukan belanja online misalnya barang tak dikirim, alamat e-mail dijual pada pihak lain, atau bahkan dicurinya data pribadi pembeli.
Untuk melakukan belanja online yang aman dan nyaman, berikut tip dan trik yang disarikan detikINET dari Privacyrights, Selasa (22/1/2008).
1. Lakukan Transaksi di Situs yang Terbukti Keamanannya
Situs bisa disebut aman jika memakai teknologi enkripsi untuk mentransfer informasi dari komputer pengguna ke komputer penjual. Dengan enkripsi, informasi penting seperti nomor kartu kredit bisa diamankan dengan kode tertentu untuk mencegah pencurian.
Indikasi situs yang aman salah satunya adalah Anda harus melihat ‘https:/” di alamat situs. Adanya ’s’ di sini berarti situs tersebut bisa dikategorikan cukup aman. Biasanya, tanda ’s’ ini tak akan muncul sampai Anda mengakses halaman order barang dalam situs.
2. Selidiki Reputasi Situs
Situs e-commerce terpercaya setidaknya menyertakan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pelayanan konsumen atau untuk memesan barang. Cari tahu juga bagaimana reputasi perusahaan dalam melayani konsumennya, misalnya dengan mencari informasinya lewat Google. Jika kebetulan Anda baru pertama kali membeli lewat situs, pesan barang yang murah terlebih dahulu untuk mengamati apakah situs tersebut bisa dipercaya.
3. Baca Kebijakan Privasi dan Keamanan Situs
Setiap situs e -commerce terpercaya punya informasi tentang bagaimana sebuah transaksi perdagangan akan diproses dalam kebijakan privasi dan keamanannya. Perhatikan seksama informasi ini agar Anda tidak dirugikan. Meski demikian, tak bisa dijamin kebijakan ini selalu diberlakukan dengan baik. Karena itu, selalu berhati-hatilah dalam bertransaksi.
4. Cari Cara Transaksi Teraman
Pilihlah cara transaksi yang aman. Direkomendasikan untuk memakai kartu kredit saja daripada model-model transaksi lainnya.
5. Hanya Tulis Data yang Diperlukan
Ketika memesan barang, terdapat informasi pribadi yang harus disertakan seperti nama dan alamat Anda. Seringkali Anda diminta memberi informasi lainnya seperti pendapatan bulanan yang bisa disalahgunakan, misalnya untuk mengirimkan spam. Karena itu, pastikan Anda hanya menuliskan data yang diperlukan saja dalam proses transaksi. Ingat selalu bahwa pencurian data pribadi marak di internet.
6. Jaga Baik-baik Password Anda
Beberapa situs mengharuskan pengguna login dengan password sebelum memesan barang. Jaga baik-baik kerahasiaannya dan gunakan password yang sukar teridentifikasi.
7. Print Pesanan Anda
Direkomendasikan untuk mencetak halaman situs yang mengkonfirmasi seluruh hal mengenai pesanan Anda seperti harga barang, informasi produk atau nomor pesanan. Demikian juga dengan informasi yang dianggap penting seperti Kebijakan Keamanan Perusahaan. Hal ini untuk berjaga-jaga dari kemungkinan penipuan.
8. Perhatikan Bagaimana Cara Pesanan Anda akan Dikirimkan
Biasanya, barang Anda dijanjikan akan datang dalam periode waktu tertentu. Perhatikan informasi bagaimana cara perusahaan menangani kendala jarak atau masalah pembayaran pengantaran barang. Perhatikan pula apakah barang Anda digaransi atau bisa dikembalikan jika terdapat cacat. Jika terdapat hal-hal yang mencurigakan atau tidak masuk akal, Anda bisa mempertimbangkan untuk beralih ke situs e-commerce yang lain. ( fyk / dwn )
Add comment February 6, 2008
CIA: Hacker Bisa Lumpuhkan Listrik

ilustrasi (ist.)
Jakarta – Intelijen Amerika Serikat (CIA) mengatakan pelaku kejahatan online terbukti mampu mematikan jaringan listrik di beberapa kota. Makin berbahaya saja.
Hal itu disampaikan analis CIA Tom Donahue dalam sebuah konferensi keamanan komputer. Menurut Tom, serangan via internet yang melumpuhkan jaringan listrik di beberapa kota itu pernah benar-benar terjadi namun bukan di Amerika Serikat.
Tom tidak menyebutkan kota atau negara mana yang menjadi korban. Namun ia menegaskan kejadian itu merupakan upaya penjahat cyber untuk melakukan pemerasan.
“Dalam satu kasus, setidaknya, gangguan itu menyebabkan mati listrik di beberapa kota. Kami belum tahu siapa yang melakukannya, tapi yang pasti penyusupan dilakukan melalui internet,” ujar Tom seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (21/1/2008).
Dalam konferensi yang digelar SANS Internet Center itu, banyak hadirin yang terkejut dengan pengumuman CIA. Pasalnya, serangan cyber yang mampu mematikan infrastruktur penting seperti itu selama ini dianggap sebagai mitos.
Entah berhubungan dengan pengumuman CIA ini atau tidak, satu hari setelah konferensi itu Komisi Regulator Energi Federal di Amerika Serikat menyetujui standar keamanan baru terhadap infrastruktur pembangkit listrik di negeri Paman Sam. ( wsh / dwn )
Add comment February 6, 2008
Sistem Komputer Error, 1.100 ATM BCA Offline

ilustrasi (sxc.hu)
Jakarta – Sistem komputer PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Tbk kembali bermasalah pada pagi ini. Bahkan hampir sebagian besar kantor cabang pembantu (KCP) dan kantor cabang umum (KCU) terpaksa tutup karena tidak bisa melakukan transaksi.
“Data yang kami terima pagi ini ada 1.100 ATM BCA offline tapi kami belum dapat lokasinya dimana,”kata Ira petugas halo BCA yang dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (6/1/2008).
Ira menambahkan pagi ini halo BCA mendapat serbuan telepon komplain dari para costumer BCA yang meminta kepastian kapan sistem mulai berjalan normal.
“Kami belum bisa memastikan kapan bisa normal kembali, yang pasti ini terjadi bukan hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
“Salah satunya yang tutup kantor BCA di Pasar Minggu, ini memang situasi tidak terduga ada gangguan komunikasi,” ujarnya.
Dalam pantauan detikFinance, kantor KCP BCA di Pasar Minggu masih tutup. Pintu depannya dipasang selembar kertas perihal offline-nya layanan BCA.
Terlihat dua petugas BCA wanita memberi keterangan kepada nasabah-nasabah yang terus berdatangan ke kantor BCA tersebut. Tiga mesin ATM BCA yang ada di sebelah KCP BCA itu juga tidak bisa digunakan.
“Coba di kantor cabang di Bidakara, disana bisa bu,” kata petugas wanita tersebut. Hal senada disampaikan oleh petugas Halo BCA. ( arn / ash )
Add comment February 6, 2008
Pencurian Identitas, Investigasi Bank Niaga Kian Dekat ke Pelaku

Screenshot situs Bank Niaga aspal
Jakarta – Aksi pencurian identitas (phising) yang mengincar nasabahnya membuat pihak Bank Niaga mengambil langkah preventif. Investigasi pun dilakukan untuk melacak si pelaku.
Bahkan menurut Paul S. Hasjim, Head of IT & System Bank Niaga, pihaknya telah mengarah ke tindakan konklusif (kesimpulan) untuk mengungkap si pelaku. “Pelakunya bukan dari Jakarta, tapi tetap dari Indonesia,” ujarnya, ketika dihubungi detikINET, Senin (4/2/2008).
Sayangnya, Paul tidak bisa membocorkan lebih detail mengenai hasil penyelidikan pihaknya ini. Dalam penyelidikan yang sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu ini pun, Bank Niaga belum melibatkan pihak kepolisian. “Nanti kalau sudah melibatkan penangkapan, kita akan libatkan polisi,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Paul juga ingin menghimbau bagi para nasabah yang menerima e-mail tersebut untuk waspada. “Soalnya ini data sensitif, lagi juga verifikasi data semacam username dan password gak mungkin kita mengumumkannya hanya lewat e-mail, pakai telepon saja masih kurang terjamin,” tukasnya.
Menurut Paul, akibat dari kejadian ini Bank Niaga tidak mengalami kerugian secara langsung. Namun, secara image pihaknya bakal terbawa-bawa. “Hal ini (aksi phising-red.) tidak bisa dihindarkan di internet, maka nasabah harus aware juga,” tandasnya.
Add comment February 6, 2008