CIA: Hacker Bisa Lumpuhkan Listrik

ilustrasi (ist.)
Jakarta – Intelijen Amerika Serikat (CIA) mengatakan pelaku kejahatan online terbukti mampu mematikan jaringan listrik di beberapa kota. Makin berbahaya saja.
Hal itu disampaikan analis CIA Tom Donahue dalam sebuah konferensi keamanan komputer. Menurut Tom, serangan via internet yang melumpuhkan jaringan listrik di beberapa kota itu pernah benar-benar terjadi namun bukan di Amerika Serikat.
Tom tidak menyebutkan kota atau negara mana yang menjadi korban. Namun ia menegaskan kejadian itu merupakan upaya penjahat cyber untuk melakukan pemerasan.
“Dalam satu kasus, setidaknya, gangguan itu menyebabkan mati listrik di beberapa kota. Kami belum tahu siapa yang melakukannya, tapi yang pasti penyusupan dilakukan melalui internet,” ujar Tom seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (21/1/2008).
Dalam konferensi yang digelar SANS Internet Center itu, banyak hadirin yang terkejut dengan pengumuman CIA. Pasalnya, serangan cyber yang mampu mematikan infrastruktur penting seperti itu selama ini dianggap sebagai mitos.
Entah berhubungan dengan pengumuman CIA ini atau tidak, satu hari setelah konferensi itu Komisi Regulator Energi Federal di Amerika Serikat menyetujui standar keamanan baru terhadap infrastruktur pembangkit listrik di negeri Paman Sam. ( wsh / dwn )
Add comment February 6, 2008
Sistem Komputer Error, 1.100 ATM BCA Offline

ilustrasi (sxc.hu)
Jakarta – Sistem komputer PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Tbk kembali bermasalah pada pagi ini. Bahkan hampir sebagian besar kantor cabang pembantu (KCP) dan kantor cabang umum (KCU) terpaksa tutup karena tidak bisa melakukan transaksi.
“Data yang kami terima pagi ini ada 1.100 ATM BCA offline tapi kami belum dapat lokasinya dimana,”kata Ira petugas halo BCA yang dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (6/1/2008).
Ira menambahkan pagi ini halo BCA mendapat serbuan telepon komplain dari para costumer BCA yang meminta kepastian kapan sistem mulai berjalan normal.
“Kami belum bisa memastikan kapan bisa normal kembali, yang pasti ini terjadi bukan hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
“Salah satunya yang tutup kantor BCA di Pasar Minggu, ini memang situasi tidak terduga ada gangguan komunikasi,” ujarnya.
Dalam pantauan detikFinance, kantor KCP BCA di Pasar Minggu masih tutup. Pintu depannya dipasang selembar kertas perihal offline-nya layanan BCA.
Terlihat dua petugas BCA wanita memberi keterangan kepada nasabah-nasabah yang terus berdatangan ke kantor BCA tersebut. Tiga mesin ATM BCA yang ada di sebelah KCP BCA itu juga tidak bisa digunakan.
“Coba di kantor cabang di Bidakara, disana bisa bu,” kata petugas wanita tersebut. Hal senada disampaikan oleh petugas Halo BCA. ( arn / ash )
Add comment February 6, 2008
Pencurian Identitas, Investigasi Bank Niaga Kian Dekat ke Pelaku

Screenshot situs Bank Niaga aspal
Jakarta – Aksi pencurian identitas (phising) yang mengincar nasabahnya membuat pihak Bank Niaga mengambil langkah preventif. Investigasi pun dilakukan untuk melacak si pelaku.
Bahkan menurut Paul S. Hasjim, Head of IT & System Bank Niaga, pihaknya telah mengarah ke tindakan konklusif (kesimpulan) untuk mengungkap si pelaku. “Pelakunya bukan dari Jakarta, tapi tetap dari Indonesia,” ujarnya, ketika dihubungi detikINET, Senin (4/2/2008).
Sayangnya, Paul tidak bisa membocorkan lebih detail mengenai hasil penyelidikan pihaknya ini. Dalam penyelidikan yang sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu ini pun, Bank Niaga belum melibatkan pihak kepolisian. “Nanti kalau sudah melibatkan penangkapan, kita akan libatkan polisi,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Paul juga ingin menghimbau bagi para nasabah yang menerima e-mail tersebut untuk waspada. “Soalnya ini data sensitif, lagi juga verifikasi data semacam username dan password gak mungkin kita mengumumkannya hanya lewat e-mail, pakai telepon saja masih kurang terjamin,” tukasnya.
Menurut Paul, akibat dari kejadian ini Bank Niaga tidak mengalami kerugian secara langsung. Namun, secara image pihaknya bakal terbawa-bawa. “Hal ini (aksi phising-red.) tidak bisa dihindarkan di internet, maka nasabah harus aware juga,” tandasnya.
Add comment February 6, 2008
Situs ‘Aspal’ Gentayangan, Pengguna e-Banking, Waspadalah!

Situs Bank Niaga Palsu (atas) dan Asli (bawah)
Jakarta – Waspadalah pengguna e-banking Indonesia, aksi phising alias tipu-tipu menggunakan situs aspal (asli tapi palsu) gentayangan lagi! Saat ini situs e-banking Bank Niaga yang memiliki kembaran jahat. Hal tersebut diketahui berdasarkan forward e-mail dari Prasetyo Adhy Nugroho, pembaca setia detikcom yang juga nasabah e-banking Bank Niaga. E-mail tersebut diterima detikINET, Senin (4/2/2008).
Dalam e-mail phising yang di-forward tersebut, tertulis:
—–
From: PT Bank Niaga Tbk
Date: Feb 3, 2008 8:13 PM
Subject: Website Niaga Global Access (NG@) Dalam Perbaikan ” Membutuhkan Verifikasi Anda “
Kepada para Pengguna NIAGA Global@access,
Kami telah menyelesaikan beberapa perbaikan di dalam server NIAGA Global@access. Salah satunya, dengan meningkatkan keamanan di dalam anda melakukan proses transaksi Internet Banking.
Untuk mengantisipasi adanya kesalahan di dalam database server kami, mohon anda login ke account NIAGA Global@access anda dan mengecek kebenaran data Data Info yang ada. Silahkan klik disini untuk mengakses NIAGA Global@access atau klik LOGIN dibawah ini:
Adapun data yang perlu anda cek kebenaran nya adalah:
- Account Number
- Product Type
- Account Name
- Currency
Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat bagi anda.
Hormat kami,
Bank NIAGA.
—–
Jika penerima e-mail tersebut ‘terjebak’ untuk mengklik tulisan “klik disini”, maka dia akan diarahkan ke alamat http://secure.bank2home.com.cn/ib-niaga/Login.html. Padahal, alamat resmi dari e-banking Bank Niaga adalah di https://secure.bank2home.com/ib-niaga/Login.html.
Bagaimana Membedakan?
Sekilas, kedua URL tersebut nyaris sama. Bahkan tampilannya pun kembar siam. Bedanya, yang satu memiliki domain ‘.com’, satu lagi adalah ‘.com.cn’.
Pembeda lainnya, dan yang paling penting, adalah pada “http” dan “https”. Akhiran “s” pada “http” tersebut menandakan bahwa situs tersebut adalah benar-benar telah “secure”, karena dilindungi oleh teknologi enkripsi data berupa Verisign SSL.
Di situs e-banking Bank Niaga yang aspal, tercantum pula logo “Verisign Secured”. Bagi orang awam, tentu sulit membedakannya. Yang dapat menjadi salah patokan kesahihan sebuah situs e-banking yaitu URL yang tertulis adalah “https”, dan di bagian kanan bawah browser ada gambar gembok yang terkunci.
Jika korban tanpa sadar mengisi user ID dan password pada situs aspal tersebut, maka dapat dipastikan bahwa data-data personal tersebut, termasuk catatan aktifitas e-banking-nya, akan dapat diketahui oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Jadi, waspadalah!
Anda punya kisah lain seputar phising atau aksi tipu-tipu di Internet semacam ini? Sampaikan melalui e-mail redaksi[at]detikinet.com detik ini juga, dan bantulah pembaca lain agar tidak terjebak!
( dbu / dbu )
Add comment February 6, 2008
Cyber Crime dan Upaya Antisipasinya Secara Yuridis (II)
Pada dasarnya setiap kegiatan atau aktifitas manusia dapat diatur oleh hukum. Hukum disini direduksi pengertiannya menjadi peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh negara, begitu pula aktifitas kejahatan mayantara yang menjadikan internet sebagai sarana utamanya ini. Dalam kaitan dengan teknologi informasi khususnya dunia maya, peran hukum adalah melindungi pihak-pihak yang lemah terhadap eksploitasi dari pihak yang kuat atau berniat jahat, disamping itu hukum dapat pula mencegah dampak negatif dari ditemukannya suatu teknologi baru .
Akan tetapi pada kenyataannya hukum sendiri belum dapat mengatasi secara riil terhadap permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh teknologi khususnya teknolgi nformasi. Salah satu bukti kongkretnya adalah timbulnya berbagai kejahatan di dunia cyber yang ternyata belum bisa diatasi sepenuhnya oleh hukum.
(more…)
Add comment August 11, 2007